Mahasiswa
harusnya bersikap bijaksana. Jangan terlalu bangga dengan bekal ilmu yang
diperoleh namun juga harus punya ahlak moral dan etika. Memiliki ilmu tinggi
namun perilaku tidak berahlak dan immoral ya percuma saja ,pelajar namun tidak
terpelajar sebutanya. Sebagai kelompok yang menjadi pengawal masyarkat mereka
harus menjadi pelajar yang terpelajar bertindak semata-mata hanya untuk
kepentingan semua pihak. Mahasiswa ibarat seorang cowboy , cowboy akan datang
ke horison apabila seorang bandit meresahkan dan merugikan masyarakat, mereka
akan membela mati-matian untuk menumpas penjahat-penjahat tersebut. Namun apa
bila memang dirasa tugasnya untuk menolong masyarakat telah selesai, tanpa
meminta imbalan dan tanpa disuruhpun mereka akan pergi meninggalkan horison dan
akan kembali apabila masyarkat membutuhkanya. Begitu juga mahasiswa, mereka
akan membela kepentingan masyarkat jika dirasa perlu, mereka akan turun ke
jalan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat bukan kepentingan politik!.Seyogyanya
gerakan dan tindakan mahasiswa harus berdasarkan nilai-nilai moral dan
kebenaran, bukan karena motif politik yang terselubung. Apabila memang dirasa
telah cukup dan telah selesai tugasnya dalam membela masyrakat, maka tanpa
meminta imbalan dan tanpa disuruh dengan sendirinya mereka akan kembali ke
bangku kuliah dan menjadi mahasiswa seperti biasanya. Mahasiswa akan hidup dan
merasa berjaya apabila masyarakat indonesia bisa hidup sejahtera, oleh karena
itu wajiblah bagi mahasiswa untuk terjun dalam upaya mewujudkan hal-hal yang
demikian itu, karena sebagaimana slogan kebangaan mahasiswa yang harapanya
bukanlah omong kosong belaka. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia.
Melacur Tidak bisa dipungkiri bahwa kini aku seperti tidak tahu arah melangkah lagi. Sementara keadaan semakin memaksaku untuk menentukan jalan, lantas kemanakah langkah kaki ini akan berarah ?. Dalam kehidupanku yang tidak lebih dari kecukupan, aku masih terus berusaha mencukupi segala kebutuhan, tidak hanya kebutuhanku sendiri, namun juga dua anakku yang masih kecil, Rafin dan Ranti. Karena suamiku yang telah pergi dari dunia ini, secara alamiah telah menobatkanku sebagai pemegang peran ganda dalam menjalani hidup sebagai orangtua dari anak-anakku. Tidak hanya mengurusnya serta menghidupinya, aku juga harus mampu memenuhi segala kebutuhanya, diperberat lagi dengan hutang-hutangku yang semakin menumpuk. Permasalahan ekonomi terus mendatangiku tiada jeranya, membuatku kelabrakan mencari jalan keluar. Pernah suatu kali, aku mencoba bekerja sebagai seorang kuli angkut pasar, sebagai perempuan tentu ini pekerjaan yang tidak wajar, namun mau tidak mau aku harus lakukan. Seekor buru...
💘
BalasHapus